Berbekal pada dinotest pada saat media Lounching di Surabaya ALL NEW CB150R (K15G) punya banyak kelebihan dibandingkan CB150R lama (K15) diantaranya emisinya jauh lebih rendah, lebih tinggi Top speednya, lebih irit bahan bakar, dan akselerasi yang lebih singkat.

Pada intinya mesin baru banyak perbedaan untuk meraih peningkatan efisiensi dan memberikan karakter tenaga mesin yang lebih tepat dengan tuntunan kerja motor, dari FxWidianto, Service trainning instructur PT. MPM Surabaya, Main Dealer Honda Jatim dan NTT.
RAHASIA ROLLER ROCKER ARM
Dengan kontruksi kem DOHC, mengapa masih membutuhkan penggunaan Roller Rocker Arm (RRA) ya?, kontruksi ini yang paling membedakan K15A Dan K15G, tentu saja jawabnya agar beban kem untuk menggerakkan klep menjadi lebih ringan.
Tetapi tidak itu tujuannya dengan kontruksi RRA sudut klep bisa digeser semakin ke arah tegak, singkatnya ini akan memungkinkan memberi sudut klepyang semakin sempit. Pada DOHC biasa pada K15A , sudut klep terbatasi oleh posisi peletakan kem yang disebabkan sumbu klep harus bertemu tegak lurus dengan sumbu putar kem. Pada tipika mesin ini, untuk mengejar sudut klep lebih sempit, batang klep biasanya harus panjang, konseskuensinya dimensi head butuh lebih tinggi. 
Dengan RAA,efeknya porting bisa didesain lebih baik flownya. Pertama karena tekukan saluran jadi lebih minim, kedua memungkinkan bagian bos klep (valve guide) yang mengganggu aliran flow jadi berkurang. Ujung-ujungnya aliran gas disalurkan intake dan exhaust menjadi lebih bagus yang lebih optimal.
Hanya saja, konstruksi ini bukanya tanpa kelemahan. RAA akan menambah part yang berhubungan dengan proses buka tutup klep. Ketika ini diterapkan di rpm tinggi, konstruksi RAA bakal memberikan kerugian mekanis, terutama rentan terhadap floating dan vibrasi disinilah nilai strategis perubahan spek bore X stroke. Dari spek K15A yang 63,5x47,2mm menjadi K15G yang 57,3x57,8mm.
FLEKSIBILITAS BORE X STROKE
Perbedaan signifikasi antara K15A dibandingkan mesin generasi K15G sekaligus New Sonic (K56A) jelas pada ukuran diameter seher dan panjang langkah. Generasi mesin K56 dilengkapi piston lebih kecil tapi stroke lebih panjang. Dengan targer memberikan karakter mesin dengan torsi melimpah di rpm bawah dan tengah, putaran mesin yang sering digunakan pada kondisi berkendara sehari-hari.
Mesin K56 mendekati square antara bore X stroke, dibandingkan mesin generasi CBR150 yang sangat overbore. Torsi pun mudah diraih sejak awal. Ditambah perubahan konstruksi demi mengejar efisiensi semacam roller rocker arm, beban mesin dirpm rendah semakin minim. Ini yang memungkinkan puncak torsi bisa diraih dirpm yang jauh lebih rendah.
Dibandingkan peforma mesin K15A bahkan mesin kompetitor. Hanya saja dengan spek stroke yang lebih tinggi, beban yang diterima piston bakal makin berat dirpm lebih tinggi, untuk itu lah rpm limiter berfungsi diputaran mesin yang signifikan lebih rendah. Hal yang klop dengan aplikasi roller rocker arm yang juga rawan masalah di rpm tinggi. Dan limiter mesin K15A diset di kisaran 11.500 rpm, sedangkan K15G diatur disekitaran 10.600rpm.
Sumber dari OTO PLUS edisi 2015, Kreator Ilham Wahyudi

0 komentar:

 
Top